Pembangunan Rel Kereta Api di Sumatera Bisa Tingkatkan Perekonomian : Okezone Tren

JAKARTA – Pembangunan rel kereta api Trans Sumatera untuk mengangkut penumpang dan logistik dengan jumlah besar atau massal bisa mendorong pertumbuhan perekonomian.

Saat ini Trans Sumatera sudah terhubungkan separuh dari panjang rel yang telah dibangun di zaman Hindia Belanda. Masih ada sekitar 1.300 kilometer yang belum terhubungkan rel kereta api dari total 3.500 kilometer panjang rel Trans Sumatera.

Pengamat transportasi, Bambang Haryo Soekartono menyebutkan, untuk membangun 1.300 kilometer membutuhkan biaya sekitar Rp40 triliun dengan harga per kilometer rel rata-rata sekitar Rp30-40 miliar.

Harga tersebut setara dengan 3 kali lipat biaya pembangunan LRT di Palembang yang hanya menghasilkan pendapatan untuk saat ini sebesar Rp15 miliar per tahun.

“Harusnya menjadi prioritas utama bagi pembangunan yang ada di wilayah Sumatera, bukan kereta cepat atau LRT,” kata Bambang dalam keterangannya, Minggu (13/8/2023).



Follow Berita Okezone di Google News


Dia mencontohkan angkutan kereta api di jalur Palembang-Lampung dengan jarak sekitar 230 kilometer yang mengoperasikan 3 rangkaian kereta penumpang.

Setiap rangkaian terdiri dari 10 gerbong penumpang dengan kapasitas 60 tempat duduk per gerbong yang total menghasilkan pertahunnya sekitar Rp50 miliar dengan asumsi setiap keberangkatan load factor rata rata sekitar 70%.

“Di lintas tersebut juga mengoperasikan 60 rangkaian kereta barang per hari, yang setiap rangkaian kereta terdiri dari 61 gerbong barang yang bermuatan 50 ton setiap gerbong. Sehingga berdasarkan data dari KAI Pusat dan KAI Sumatera Selatan per harinya terangkut sekitar 186.000 ton barang yang nilainya jauh lebih besar daripada pendapatan LRT pertahunnya,” jelasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *