Mengenal Ableisme, Diskriminasi terhadap Penyandang Disabilitas

Dilansir dari ocw.upj.ac.id, berikut beberapa faktor penyebab ableisme:

Sejarah

Banyak sejarah yang tidak memberikan peran, kesempatan, dan ruang yang positif untuk orang-orang difabel. Banyak di antaranya eksploitasi dan diskriminasi di masa lalu tentang kelompok disabilitas.

Kurangnya pengetahuan

Beberapa orang dengan pengetahuan yang terbatas tidak memahami bahwa kelompok difabel juga memiliki kebutuhan sosial dan biologis yang sama dengan kelompok non difabel. Mereka juga sering kali tidak memahami bagaimana cara memfasilitasi keperluan kelompok disabilitas dan tidak mengetahui bahwa orang disabilitas memiliki prestasi.

Stereotipe di masyarakat

Karena fisiknya yang sedikit berbeda, masyarakat meragukan semua kemampuan dan kompetensi penyandang disabilitas. Stereotipe ini menganggap bahwa orang disabilitas tidak berdaya dan hanyalah beban bagi keluarga atau sosial.

Peran media

Peran media terutama di masa lalu terkadang memberikan informasi yang tidak berimbang dan kurang berpihak sehingga menciptakan framing negatif bagi kaum difabel.

Peraturan yang tidak adil

Tidak hanya diskriminasi oleh masyarakat, salah satu aspek dari ableisme adalah kurangnya aksesibilitas. Mereka sering kali mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas umum, transportas, atau layanan lainnya yang kurang ramah disabilitas.

Dalam menghadapi ableisme penting untuk tidak hanya memperjuangkan hak-hak individu dengan disabilitas, tetapi juga dengan menumbuhkan kesadaran di masyarakat tentang keberagaman dan kontribusi yang dapat diberikan oleh semua anggota komunitas. Dengan begitu, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua.

Penulis: Maritza Samira

#BreakingBoundariesJanuari

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *