Jual Senpi Ilegal ke Teroris, Pelaku Catut Nama Pejabat TNI AD dan Kemhan : Okezone Nasional

JAKARTA-Polisi berhasil mengungkap pelaku penjualan senpi ilegal yang dijual secara online. Bahkan, pelaku sampai mencatut nama pejabar TNI AD hingga Kemhan guna melancarkan aksinya itu.

“Sejak bulan Juni, kami berkolaborasi dengan Puspom Angkatan Darat untuk melakukan serangkaian penyelidikan dan penangkapan terhadap jaringan peredaran senjata api ilegal yang mengatasnamakan institusi Angkatan Darat dan Kementerian Pertahanan,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi pada wartawan.

Pengungkapan jaringan penjualan senpi ilegal tersebut tak lepas dari informasi intelijen dan pengungkapan sejumlah pelaku lainnya di wilayah bukum Polda Metro Jaya tentang peredaran senpi ilegal.

Lebih lanjut Hengki mengatakan, pengungkapan jaringan senpi ilegal itu dilakukan pasca pihaknya berkoordinasi dan bekerjasama dengan Densus 88 dan Puspom AD.

“Menggunakan kartu palsu seolah-olah itu adalah asli, bahkan melakukan pelatihan-pelatihan sejenis militer, padahal itu bukan militer,” tuturnya.

Dalam pengungkapan tersebut polisi mengamankan puluhan pucuk senjata api ilegal, baik senjata laras panjang maupun laras pendek. Bukan hanya senjata api ilegal, pabrik modifikator senjata api juga turut disita polisi.

“Kami menangkap beberapa tersangka, termasuk pabrik modifikator senjata api, kami sudah sita sementara ini 18 pucuk senjata api modifikator,” terangnya.

Hengki menambahkan, tersangka melakukan penjualan senpi ilegal secara online, yang mana senpi itu juga masuk ke jaringan teroris yang diungkap Tim Densus 88. Mereka menjual senpi ilegal itu menggunakan akun yang namanya berbeda dengan nama asli pelaku.


Follow Berita Okezone di Google News


“Modus operandinya tersangka teror yang diungkap Densus ini menerima beberapa senjata melalui e-commerce penjualan online,”ujarnya.

“Mereka ini tidak sering bertemu, kami menemukan disini akun yang digunakan tak sesuai sama tersangka teror ini, mereka pesen senjata dari ini kemudian dikirim, mereka tak saling bertemu,” pungkasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *