Inilah Standar Toilet untuk Difabel sebagai Fasilitas Publik

Fimela.com, Jakarta Sebagai fasilitas publik, toilet umum berhak digunakan oleh siapapun. Maka dari itu, toilet umum harus memenuhi standar, baik kebersihan, maupun fasilitasnya, supaya bisa diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Akan tetapi, masih banyak toilet umum yang tidak memenuhi standar, seperti kotor, basah, dan dirancang asal-asalan. 

ATI (Asosiasi Toilet Indonesia) telah menetapkan standar dalam mengatur toilet umum yang aksesibel oleh penyandang disabilitas dalam Buku Pedoman Standard Toilet Umum Sederhana Area Publik. Merujuk pada buku tersebut, toilet untuk difabel harus menyediakan ruang yang cukup luas supaya kursi roda dapat berputar dalam bilik toilet. 

Ketersediaan letak toilet disabilitas hendaknya dipisah dari toilet biasa. Akan tetapi, jika disatukan dengan bilik toilet biasa, lebar minimal kubikal toilet disabilitas harus 1,2 meter, dengan lebar pintu minimal 100 cm agar kursi roda bisa masuk. 

Selanjutnya, pada toilet disabilitas yang berdiri sendiri, harus tersedia pintu yang bisa didorong atau digeser agar memudahkan penggunanya. Nah, luas ruang toilet disabilitas setidaknya adalah 152,5 cm x 227,5 cm. Selanjutnya, disediakan tombol darurat yang bisa ditekan oleh pengguna dari dalam dengan ketinggian 70-80 cm. Tombol ini berguna untuk mengaktifkan lampu alarm (panic lamp) yang tersedia di bagian atas luar pintu toilet.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *