7 Fakta Utang Luar Negeri RI Turun : Okezone Economy

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melakukan pencatatan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2023 yang mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

ULN Indonesia pada akhir triwulan II-2023 tercatat sebesar USD396,3 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi ULN akhir triwulan I-2023 sebesar USD403,2 miliar.

Dengan terjadinya perkembangan tersebut, ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan 1,4% (year of year), melanjutkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 1,9% (year of year). Kontraksi pertumbuhan ULN ini terutama bersumber dari penurunan ULN sektor swasta.

Berikut ini, telah dirangkum oleh Okezone, fakta-fakta mengenai Utang Luar Negeri Indonesia yang mengalami penurunan. Sabtu (19/8/2023).

1. Terdapatnya Pembayaran Neto Pinjaman Luar Negeri

Mengutip data Bank Indonesia. ULN pemerintah menurun dibandingkan dengan triwulan lalu.

Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan II 2023 tercatat sebesar USD192,5 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya sebesar USD194,0 miliar atau secara tahunan tumbuh 2,8% (yoy).

Penurunan posisi ULN pemerintah secara triwulanan disebabkan oleh pembayaran neto pinjaman luar negeri dan global bond yang jatuh tempo.

Baca Juga: 7 Keunggulan Mobil Innova Reborn, Wajib Tahu Sebelum Beli!


Follow Berita Okezone di Google News


2. Penempatan Investasi Portofolio Di Pasar SBN

Penempatan investasi portofolio yang mengalami peningkatan seiring dengan sentimen positif pelaku pasar global yang tetap terjaga.

Pemerintah memiliki komitmen untuk mengelola ULN secara hati-hati, efisien, dan akuntabel, termasuk menjaga kredibilitas dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga secara tepat waktu.

3. Pembiayaan Sektor Produktif dan Belanja Prioritas

Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN pemerintah terus diarahkan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam pembiayaan sektor produktif dan belanja prioritas. Khususnya dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Dukungan ULN tersebut mencakup antara lain sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,1% dari total ULN pemerintah); administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (18,0%); jasa pendidikan (16,8%); konstruksi (14,2%); serta jasa keuangan dan asuransi (10,1%).

4. ULN Swasta yang Mengalami Penurunan

ULN swasta juga menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Posisi ULN swasta pada akhir triwulan II-2023 tercatat sebesar USD194,4 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi pada triwulan sebelumnya sebesar USD199,7 miliar.

Secara tahunan, ULN swasta mengalami kontraksi pertumbuhan 5,6% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 3,0% (yoy).

Perkembangan tersebut dikontribusikan oleh makin dalamnya kontraksi ULN lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) masing-masing sebesar 7,4% (yoy) dan 5,1% (yoy), dibandingkan dengan kontraksi triwulan lalu yang masing-masing tercatat sebesar 3,0% (yoy).

5. Melalui Sektor Ekonomi

ULN swasta terbesar bersumber dari sektor industri pengolahan; jasa keuangan dan asuransi; pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,2% dari total ULN swasta. ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,4% terhadap total ULN swasta.

6. Rasio ULN Terhadap PDB

Mengalami penurunan menjadi 29,3% dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 30,1%.

7. ULN Buat Indonesia Sehat

Tidak hanya itu, ULN juga membuat Indonesia tetap sehat, ditunjukkan oleh dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 87,7% dari total ULN.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *