5 Tips Membangun Lingkungan Kerja yang Inklusif dan Membawa Dampak Positif

1) Penggunaan istilah inklusif dalam lingkungan kerja 

Perhatikan penggunaan istilah-istilah inklusif dalam lingkungan kerja. Misalnya dalam pemanggilan rekan kerja yang lebih senior, daripada memanggil dengan sebutan “Kak” karena terkesan tidak formal, sebaiknya menggunakan “Bapak”, “Ibu”, atau “Mba” sekalipun, namun kondisi ini tidak berlaku jika di dalam lingkungan pekerjaan membolehkan sesama pekerja memanggil dengan sebutan “Kakak”. 

2) Membuat zona yang nyaman dan aman untuk para pekerja

Lingkungan inklusif memiliki kebiasaan tersendiri untuk menciptakan zona yang nyaman dan aman untuk para pekerja. Khususnya untuk para pekerja dengan kondisi tertentu. Contoh penerapannya aksesibilitas toilet, kamar mandi, hingga spot parkir kendaraan, modifikasi area kerja yang juga dapat disesuaikan dengan aksesibilitas pengguna kursi roda, hingga penggunaan simbol tertentu seperti braille atau tanda-tanda tertentu untuk pekerja yang memiliki keterbatasan auditori, visual, motorik, hingga kognitif. 

 3) Terbuka untuk menerima masukan atau feedback 

Tentunya dalam pekerjaan, pastinya ada satu momen di mana hasil kinerja akan diberikan nilai. Biasanya melalui meeting atau one on one akan dievaluasi. Dari sinilah pekerja akan menerima masukan dan saran. Dalam lingkungan kerja yang inklusif pastinya akan memberikan feedback yang membangun, bukan feedback yang menekan maupun menghalangi para pekerja untuk melakukan perubahan yang lebih baik. 

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *