5 Fakta Mahasiswa UI Dibunuh Senior, Pelaku Rugi Investasi Kripto hingga Terancam Hukuman Mati : Okezone Megapolitan

MAHASISWA Universitas Indonesia (UI) berinisial MNZ (19) ditemukan tewas mengenaskan di sebuah indekos Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tak selang berapa Satreskrim Polres Metro Depok menangkap pembunuh MNZ, yang tak lain adalah kakak senior korban di kampus berinsial AAB (23).

Motif pembunuhan tersebut didasari rasa iri pelaku AAB, dan juga kondisi terlilit utang sewa kos, pinjaman online (pinjol), dan mengalami kerugian investasi koin kripto. Berikut sejumlah faktanya:

1. Pembunuh Terancam Hukuman Mati

Wakasatreskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan mengatakan, pelaku AAB terancam hukuman mati dengan Pasal 340 Jo 338 KUHP dan atau 365 ayat 3 KUHP.

“Pelaku sendiri kita jerat dengan pasal 340 Jo 338 KUHP dan atau 365 ayat 3 KUHP. Ancaman hukumannya bisa hukuman mati atau seumur hidup atau paling tinggi 20 tahun,” ucap Nirwan saat jumpa pers di Mapolres Depok, Sabtu (5/8/2023).

Keluarga korban pun memina pelaku dihukum mati, perwakilan keluarga korban MNZ (19), seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Faiz Rafsanjani berharap pelaku pembunuh keponakannya berinisial AAB (23) dihukum mati.

“Harapan kami dari pihak keluarga sendiri, saya pribadi mewakili pihak keluarga ingin dimaksimalkan dengan Pasal 340 terkait hukuman mati begitu kira-kira ke depan,” kata Faiz.


Follow Berita Okezone di Google News


2. Pelaku Terlilit Hutang hingga Rugi Rp80 Juta Main Kripto

 

Pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), berinisial AAB (23) merugi puluhan juta saat investasi online kripto sejak Januari 2023. Pelaku tergiur terus berinvestasi karena sempat mendapat untung.

“Ya itulah (perasaan) iri mungkin bisa jadi ada dan pengakuan pelaku ini tahun sebelumnya (2022) berhasil untung, namun tahun ini (2023) sejak Januari rugi terus,” kata Nirwan kepada wartawan di Mapolres Metro Depok, Sabtu (5/8/2023).

Nirwan menambahkan bahwa motif pelaku membunuh korban didasari perasaan iri karena korban dinilai lebih berhasil dalam investasi kripto. Menurutnya pelaku pun berupaya untuk menguras kartu ATM korban MNZ.

3. Korban Dibunuh Alami 10 Tusukan di Dada

 

Wakasatreskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan menyebut bahwa AAB melakukan tusukan menggunakan pisau lipat sebanyak 10 kali ke bagian dada korban.

“Sepuluh tusukan, di dada,” kata Nirwan di Mapolres Metro Depok, Sabtu (5/8/2023).

Nirwan menyebut pelaku sudah menyiapkan pisau lipat sejak sebelum mengantar korban ke indekos di kawasan Kukusan, Beji, Depok. Pelaku AAB pun mengantongi pisau setelah mengambil di bawah jok motor.

 

4. Pelaku Ketakutan saat Didatangi Korban Lewat Mimpi

 

AAB (23) pelaku yang berhasil ditangkap usai membunuh adik tingkatnya berinisial MNZ (19), sama-sama berstatus Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), mengaku sempat dikejar bayangan korban dalam mimpi saat tidur.

Wakasatreskrim Polres Metro Depok, AKP Nirwan Pohan mengatakan, ada sejumlah barang milik korban yang dicuri dan hendak dijual pelaku AAB. Namun, niat itu kandas setelah pelaku mengaku didatangi korban melalui mimpi.

“Belum barang-barang ini niatnya memang mau dijual, tapi belum sempat terjual karena pelaku sejak kejadian itu saat tidur mimpi langsung korban ingin membunuh dia,” kata Nirwan di Mapolres Metro Depok, Sabtu (5/8/2023).

 

5. Korban Dimakamkan di Lumajang

 

 

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), MNZ (19) yang menjadi korban pembunuhan, telah menjalani autopsi di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Selepas itu, jenazah mahasiswa Fakultas ilmu Budaya jurusan sastra Rusia itu akan dimakamkan di kampung halamannya, Lumajang, Jawa Timur.

Paman korban, Muchtar Fathoni (52) menyampaikan jenazah MNZ dimakamkan di Lumajang atas permintaan ibundanya.

“Insya Allah tadi disampaikan oleh ibu korban, jasad almarhum nanti akan dibawa ke Lumajang untuk dimakamkan disana,” ujar Muchtar di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *