10 Contoh Cerita Pendek Singkat Berbagai Tema Penuh Makna : Okezone Edukasi

JAKARTA- Contoh cerita pendek singkat berbagai tema dan penuh makna perlu kamu ketahui. Sebagai informasi,cerpen merupakan cerita pendek yang isinya tidak kurang dari 10.000 kata.

Dalam pembuatannya, cerpen singkat berbagai tema dan penuh makna tidak boleh dilakukan secara sembarangan loh. Sebab ada berbagai kaidah dan aturan penulisan yang wajib dipahami terlebih dahulu.

1. Contoh Pertama

Seorang pria mengemudi pulang larut malam ketika dia melihat seorang gadis meminta tumpangan. Gadis cantik itu mengenakan gaun putih yang indah. Pria itu memberikan tumpangan kepadanya dan mereka memulai percakapan yang menarik. Dia menurunkan gadis itu di rumahnya.

Keesokan harinya, saat mengemudi untuk bekerja dia memperhatikan bahwa gadis itu secara kebetulan telah melupakan sweter di mobilnya.

Dia berkendara menuju rumah si gadis untuk menyerahkan sweter. Seorang wanita tua membuka pintu ketika dia membunyikan bel.Dia menceritakan kejadian yang terjadi tadi malam dan memberikan sweter kepada wanita itu. Wanita itu menolak dan terlihat bersedih dan sedikit aneh.

Pria itu menanyai wanita itu lagi. Dia kaget ketika wanita itu mengatakan itu adalah sweater putrinya yang meninggal dalam kecelakaan mobil beberapa tahun yang lalu.

2. Contoh Kedua

Pagi hari itu hujan turun dengan sangat deras. Budi merasa bingung bagaimana untuk berangkat ke sekolah. Ketika Budi sedang memandang hujan, terdengar suara HP yang berdering dari kamar Budi, lantas saja Budi masuk ke dalam kamar dan menjawab dengan telepon.

Ternyata yang menghubungi Budi adalah Nita sahabatnya. Dalam teleponnya tersebut Nita mengatakan bahwa dia akan datang untuk menjemput Ani, karena Nita tahu apabila Ani sedang merasa kebingungan bagaimana untuk pergi ke sekolah.

Tak lama berselang, Nita sudah sampai berada di depan rumah Ani bersama ayahnya dengan menggunakan mobil. Ani pun segera bergegas berpamitan kepada kedua orang tuannya dan bergegas untuk keluar segera menemui Nita.

Sesudah sampai di sekolah, yang merupakan teman sebangkunya tersebut akhirnya juga masuk menuju kelasnya. Istirahat pun telah tiba, keduanya pergi ke kantin untuk menghilangkan rasa lapar. Ketika akan hendak membayar ternyata Nita lupa untuk membawa dompetnya. Sehingga Ani sahabatnya yang akhirnya membayarkan.

3. Contoh Ketiga

Dunia Gorda

karya Seno Gumira Ajidarma

Cerpen ini bercerita tentang Gorda, seorang mahasiswa kedokteran yang memiliki masalah susah untuk tidur. Biasanya malam-malam Gorda dihabiskan dengan membaca buku sembari mendengarkan lantunan lagu blues.

Baru lewat tengah malam dan hampir subuh dia baru dapat tertidur. Sampailah pada suatu malam yang akan mengubah seluruh jalan hidupnya, Gorda tertidur pulas, tapi ternyata dia tidak benar-benar tertidur. Dia bermimpi, dan roh nya masuk ke sebuah dunia yang berisikan oleh orang-orang yang mati penasaran, orang-orang yang tidak mendapat tempat di akhirat

4. Contoh keempat

Kamar Seram di Menara

Karya EF Benson

Seorang pria muda berulang kali mendapat mimpi buruk bahwa ia mengunjungi rumah seorang teman, yang keluarganya aneh. Ibu jahat dari temannya, Mrs.Stone, memberikan kamar yang mengerikan di menara besar baginya untuk beristirahat.

Mimpi buruknya berulang tetapi terus bervariasi setiap malam dan karakter dalam mimpi terus tumbuh selama bertahun-tahun. Dalam mimpinya suatu hari, Mrs.Stone meninggal dan dia dimakamkan, tetapi dia masih terus menyuruh pergi ke kamar yang sama kepadanya.

Dalam kehidupan nyata, temannya Clinton mengundangnya untuk makan malam suatu hari. Dia terkejut melihat bahwa semuanya cocok dengan mimpi buruknya. Tetapi kondisi dan namanya berbeda dan dia memiliki pengalaman yang menyenangkan.

Karena peringatan badai petir, ibu Clinton menyarankannya untuk tinggal bersama keluarga malam itu dan memberikan kamar yang mirip dengan yang dia lihat di mimpi buruknya. Dia terkejut dengan kemiripannya.

Di dalam kamar, dia menemukan lukisan Mrs.Stone yang sangat tua.

Dengan bantuan Clinton, ia memindahkan lukisan itu ke aula. Mereka terkejut melihat tangan mereka berlumuran darah meskipun tidak satu pun dari mereka yang terluka.

Mereka pergi tidur tetapi lelaki muda itu tidak dapat tertidur dan bangun dengan ngeri mendapati Mrs.Stone berdiri di atas tempat tidurnya.

Dia mengatakan kepadanya bahwa dia adalah vampir dan ada di sini untuk mengubah pemuda itu juga menjadi vampir. Mereka berkelahi dan dia berhasil melarikan diri. Ketika dia bergegas keluar dari ruangan, Clinton keluar mendengar keributan. Mereka menemukan bahwa potret itu kembali ke dinding di kamarnya. Mereka menjadi takut dan melarikan diri.

Sebuah surat kabar membawa berita bahwa peti mati Mrs.Stone terus meletus setiap hari dan harus dimakamkan kembali.

5. Contoh Kelima

Vampire

Karya John William Polidori

Aubrey, seorang pria Inggris, bertemu dengan seorang pria misterius bernama Lord Ruthven. Aubrey pergi bersama Ruthven dan berniat pergi bersama mengunjungi beberapa tempat lainnya. Namun saat mereka berada di Roma, Aubrey menemukan Ruthven melakukan perbuatan salah dengan putri seorang kenalan, sehingga dia memutuskan untuk pergi duluan.

Aubrey tertarik pada Lanthe, seorang wanita cantik yang ia temui di Yunani. Lanthe berbagi cerita tentang legenda Vampir. Ruthven melihat mereka berbicara dan beberapa hari kemudian, Lanthe ditemukan tewas. Rupanya, dia dibunuh oleh vampir.

Aubrey terus bepergian dengan Ruthven. Dalam perjalanan mereka, mereka diserang oleh bandit dan Ruthven terluka parah.

Ruthven meminta janji dari Aubrey sebelum meninggal, bahwa dia tidak akan bercerita tentang kematian ini kepada siapapun selama satu tahun dan satu hari.

Suatu hari, Aubrey tiba-tiba menyadari bahwa semua orang yang bertemu dengan Ruthven mati misterius. Dia ada di London sekarang dan terkejut melihat Ruthven hidup dan sehat.

Ruthven mulai melihat saudara perempuan Aubrey dan melamarnya. Aubrey terkejut dan ingin memperingatkan saudara perempuannya tentang Ruthven, tetapi Ruthven mengingatkannya pada sumpah. Aubrey terikat oleh sumpah dan saraf nya akan terganggu jika dia mengatakan kebenaran mengenai Ruthven. Akhirnya dia menulis surat kepada saudara perempuannya, tetapi saudara perempuannya menikah dengan Ruthven sebelum surat itu tiba.

Pada malam pernikahan, saudara perempuan Aubrey ditemukan meninggal, kehabisan darahnya. Ruthven telah melarikan diri.

6. Contoh Keenam

Persahabatan Indah Bagai Lem dan Kertas

Katrin adalah wanita remaja berusia 17 belas tahun yang manja dan cantik. Dia mempunyai seorang sahabat namanya Niki. Hubungan persahabatan Katrin dan Niki sudah terjalin cukup lama kurang lebih 5 tahun.

Suatu hari Katrin sakit demam dan ayah ibunya tidak sempat menjenguknya karena baru saja pergi ke kuala lumpur untuk bekerja. Pada akhirnya Katrin dititipkan ke tantenya.

“Tante tolong ambilkan minum!” tantenya mengangguk dengan wajah prihatin. Mendengar kabar Katrin sakit membuat Niki turut sedih dan kemudian pergi menjenguk sahabat baiknya.

“Ket kamu dari kapan sakitnya” tanya Niki kepada Katrin

“Baru tadi pagi niki aku merasakan lemas tak berdaya hingga akhirnya sempat pingsan. Untung ada bibi yang melihat dan aku dibawa ke kamar untuk beristirahat.” Ucap Ketrin kepada Niki.

“Kasian kamu belum pulih betul, aku akan menginap disini sampai kondisimu baik ya Ketrin.” Balas niki.

“Terima kasih sekali Niki, kamu memang sosok sahabatku yang baik.” Balas Ketrin.

Baik Luar Dalam Di suatu siang yang cerah, dua orang gadis bernama Rini dan Titi tengah mengerjakan tugas sekolah di rumah Rini. Mereka mengerjakan dengan serius dan suasana nampak hening. Kemudian, seorang perempuan yang tidak lain adalah teman mereka berdua bernama Santi. Namun, Rini seolah tidak mempedulikan kehadiran Santi tersebut.

“Ri, itu di depan ada Santi sedang nyariin kamu. Buruan kamu temui dia. Sudah sejak tadi dia nungguin kami di sana.” Ujar Titi yang tengah mengerjakan tugas di rumah Rani.

“Bi, bilang saja ke Santi yang ada di depan rumah kalau aku sedang pergi kemana atau gak ada gitu ya.” Minta Rini kepada Bibi yang bekerja sebagai pembantu di rumahnya.

“Iya Non. Bibi sampaikan.”

“Ra, kenapa kamu seperti itu sama Santi. Dia pastinya sudah datang jauh-jauh. Kenapa kamu usir. Gak enak kan. Kasihan dia. Dia juga anak yang baik Ra.” Ujar Titi menasihati Rini.

“Dari luarnya dia memang orang yang baik, ramah dan juga manis. Tapi masa kamu mengukur sifat seseorang hanya dengan itu saja. Dia itu manis di luar namun di dalamnya pahit tahu.” Jawab Rini setengah sinis.

“Pahit gimana Ri?” Ujar Titi kembali bertanya.

“Dia itu sering membicarakan keburukan orang lain. Bahkan di belakang ia sering membicarakan temannya sendiri. Pokoknya banyak yang tidak dapat aku jelaskan Ti. Lihat saja diri kamu. Kamu memang judes, ceplas ceplos denganku. Namun setidaknya kamu memiliki hati yang tulus Ti. Bukan sahabat yang dari luarnya baik namun dalamnya busuk. Dalam berteman, aku tidak membutuhkan tampilan luar seseorang Ti.” Jelas Rini kepada Titi.

7. Contoh Ketujuh

Sahabat Terbaik

Siang itu aku dan Bunga, sahabatku dari kecil sedang mengantri sebuah tiket konser. Karena artis yang akan tampil di konser tersebut kebetulan artis internasional, jadi tak heran jika antrian begitu panjang. Bahkan kami pun sudah mengantri sejak jam 7 tadi dan sampai sekarang masih belum dapat tiketnya.

Sampai sore tiba, ternyata kami tak kunjung dapat tiket konser itu padahal slot tiket sudah sangat mepet. Hanya orang yang beruntung yang bisa mendapatkannya. Salah satu cara mendapatkan tiket konser itu adalah dengan mengikuti kuis di sebuah radio. Tak mau ketinggalan pastinya aku pun selalu dengerin radio yang mengadakan kuis tersebut.

Suatu hari tiket tinggal satu-satunya dan aku belum dapat telpon dari radio tersebut. Ya, mereka yang ditelpon dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan adalah mereka yang dapat.

Harapanku pupus ketika seseorang ditelpon dari radio tersebut dan berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan.Karena begitu ngefansnya sama artis yang mau konser, seharian aku menangis dan tak mau keluar kamar. Bunga yang tau keadaanku pun segera datang ke rumah.

“Sore tante, Titanya ada?”

“Ada itu di kamar, seharian belum keluar” sahut mamaku menjawab pertanyaan Bunga.

“Ta, kenapa sih nangis gitu kaya anak kecil tau.”

“Apa sih, kamu kan tau gimana ngefansnya aku sama BTS. Bayangin udah ngantri dari pagi sampai sore dan ikutan kuis tiap hari tapi ga bisa dapat tiket juga!”

“Nih tiket buat kamu” Bunga menyodorkan sebuah tiket padaku.

Dengan muka heran aku menerima tiket tersebut, ku lihat dengan seksama.

“Hah gimana caranya kamu bisa dapat tiket ini?”

“Aku ikutan kuis juga dan kebetulan aku yang terakhir dapat. Tapi itu buat kamu aja. Lagian aku gak begitu ngefans kok sama BTS, Cuma ikutan kamu aja hehe” sahutnya tanpa muka bersalah.

“Beneran?” Aku langsung bangkit memeluk Bunga yang tengah meledekku karena muka sembabku.

“Beruntung banget deh aku punya sahabat kamu. Jangan-jangan kamu ikutan kuis Cuma biar dapet tiket untukku ya?”

“Iya hehe” jawaban Bunga yang semakin membuatku merasa beruntung bersahabat dengan gadis berambut ikal ini.

8. Contoh Kedelapan

Bandung Bondowoso

Konon tersebutlah seorang raja yang bernama Prabu Baka. Beliau bertahta di prambanan. Raja ini seorang raksasa yang menakutkan dan besar kekuasaannya. Meskipun demikian, kalau sudah takdir, akhirnya dia kalah juga dengan raja pengging. Prabu baka meninggal di medan perang. Kemenangan Raja Pengging itu disebabkan oleh bantuan Bondowoso yang terkenal sebagai Bandung Bondowoso. Dia memiliki senjata sakti yang bernama Bandung. Akhirnya, Bandung Bondowoso menempati prambanan. Dia terpesona oleh kecantikan Roro Jonggrang, putri bekas lawannya.

Bandung Bondowoso ingin memperistri Roro Jonggrang, namun Roro jonggrang takut menolak pinangan itu. Dia tidak begitu saja menerimanya. Dia mau menikah asal Bandung Bondowoso memenuhi syarat-syaratnya. Syaratnya ialah membuat seribu candi dan sumur yang sangat dalam dengan waktu semalam.

Bandung Bondowoso menyanggupinya, meskipun agak keberatan. Dia minta bantuan ayahnya sendiri yang mempunyai roh-roh halus. Bandung bondowoso beserta pengikutnya dan roh-roh halus mulai membangun candi yang besar jumlahnya itu. Mengherankan cara dan kecepatan kerja mereka. Sesudah pukul empat pagi hanya tinggal lima buah candi yang harus disiapkan. Di samping itu, sumurnya pun hampir selesai. Apa yang harus diperbuat? Segera gadis-gadis di bangunkannya dan disuruh menumbuk padi di lesung serta menaburkan bunga yang harum baunya.

Mendengar bunyi lesung dan mencium bau bunga-bungaan yang harum menghentikan pekerjaan mereka karena mereka kira hari sudah siang.

9. Contoh Kesembilan

Pelangi Sehabis Hujan

Karya Faomasi

Gemuruh ombak sayup-sayup terdengar memecah keheningan, membuat suasana malam itu terasa semakin dingin. Etta yang pada saat itu masih berusia 5 tahun tampak sedang berbaring sembari menatap remang-remang cahaya yang menyusup melalui celah pintu kamarnya. Tak lama kemudian, terdengar suara keributan dari ruang tamu.

“Sekarang kamu harus memilih, aku atau dia,” ujar bu Marta sambil menunjuk perempuan itu.

“Aku memilih dia,” ujar Pak Ann sambil menunjuk wanita tersebut.

“Baiklah, jika kamu memilih wanita ini maka aku akan pergi bersama anak-anak,” ujar bu Marta lagi.

Ia terdiam, dan hanya bisa mendengarkan pembicaraan kedua orang tuanya. Ia tak mampu melakukan apa-apa pada saat itu, mengingat usianya yang masih sangat kecil.

Pertengkaran kedua orang tuanya merupakan hal yang paling dia benci. Entah mengapa mereka selalu bertengkar, ini bukan pertengkaran yang pertama. Ada rasa kesedihan yang mendalam dalam hatinya. Ia tak bisa melakukan apapun selain melihat segala yang terjadi dengan keluarganya dan menyimpan kesedihan itu dalam hatinya. Beberapa saat kemudian,

“Eta, ayo ikut mama. Kita pergi nak,” ujar bu Marta sambil membangunkan Etta dari tempat tidur. Etta pun segera bangkit dan menggandeng tangan ibunya. Sesampainya di pintu

“ Aku memilihmu saja, karna anakku ada bersamamu”, ujar Pak Ann tiba-tiba. Bu Marta pun terdiam sesaat, dan kemudian berkata “Baiklah, jika kau memilihku maka wanita ini harus pergi dari sini”. Pertengkaran pun akhirnya mereda, malam pun kembali sunyi.

Etta pun kembali ke tempat tidur dan terlelap. Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi dalam keluarganya, beberapa waktu lalu hal seperti ini juga pernah terjadi. Entah sejak kapan Pak Ann yang pada awalnya sangat mencintai Bu Marta berpaling menghianatinya saat ini. Pak Ann adalah seorang supir antar kota yang jarang pulang ke rumahnya. Dalam pekerjaannya ia bertemu dengan banyak klien yang diantaranya adalah wanita-wanita penggoda.

Para wanita tersebut sering memberikan barang-barang kepada Pak Ann. Pak Ann pun selalu berusaha menutupi kesalahannya, dan anehnya bu Marta selalu berhasil mengungkapnya. Ketika Bu Marta mencoba untuk mengungkapkan kesalahan suaminya itu, Pak Ann selalu memukulnya dan melakukan hal-hal lain yang bagi Etta itu sangat menyakitkan, sehingga membuatnya sempat trauma dan memutuskan untuk tak ingin menikah. Keesokan harinya, wanita itu berpamitan kepada ibuku dan bersiap-siap untuk meninggalkan rumah kami.

Ada perasaan lega dalam hatiku, dan aku berharap wanita tersebut tidak akan kembali. Beberapa minggu setelah peristiwa itu, Bu Marta dan Pak Ann memutuskan untuk pindah tempat tinggal. Etta merasa cukup sedih, karena harus meninggalkan kampung halamannya dan saudara-saudaranya. Kebersamaan yang selama ini mereka rasakan terpaksa terhenti karena kepindahannya. Dengan berat hati dan berlinang air mata Etta memasuki mobil L300 yang berwarna biru tua itu. Ada kecemasan, kesedihan dan kerinduan yang dalam akan kampung halamannya itu. “Sampai bertemu kembali kampung halamanku”, bisiknya dalam hati.

Beberapa lama setelah kepindahan keluarga Pak Ann, tibatiba terdengar kabar yang begitu memilukan. Tempat tinggal mereka dahulu terkena bencana alam. Ombak menyapu habis seluruh rumah dan isinya, termasuk beberapa dari saudara Pak Ann juga ikut menjadi korban bencana alam yang dahsyat itu. Beberapa tahun setelah peristiwa itu, Etta pun menyadari bahwa kalau bukan Tuhan yang berencana memindahkan mereka, maka mungkin mereka akan menjadi salah satu korban peristiwa tersebut.

10.Contoh Kesepuluh

Sahabat dari Senja

Karya: Pandan Raditya

Sore mulai gelap. Cahaya senja di langit mulai mengubah warna. Terlihat burung-burung Sriti berterbangan. Seperti ingin melepas kegelisahan. Terbang berputar-putar sambil bercericit melintas di langit, dan berlalu-lalang di atas rumahku. Persis seperti hari-hari sebelumnya. Serasa memberi petunjuk, bila sesuatu yang misterius akan kembali terjadi. Dari halaman rumah aku terus menatap langit. Dadaku mulai berdebar. Kegelisahan mulai mengisi pikiran dan perasaanku. “Suara itu, tentu akan datang lagi sore ini. Mungkin akan sama persis dengan kejadian sore-sore sebelumnya,” kataku dalam hati, sambil terus menatap wajah senja.

Benar adanya. Tidak berapa lama, suara misterius itu, kembali menghantuiku. Kali ini terdengar seperti suara anak yang terluka. Lalu, mirip jeritan histeris, dan tak berapa lama berganti suara. Terdengar seperti anak yang kesakitan. Aku tercekam lagi. Pernah, suatu waktu Bunda memberi penjelasan saat kami duduk santai di teras rumah. Katanya, suara misterius yang selalu muncul di sore gelap itu, kemungkinan suara ternak Pak Kades. Atau bisa juga bunyi benturan batu yang berasal dari tebing-tebing pegunungan yang mengelilingi desa.

Begitu pula Ayah, sambil meletakkan korannya, lalu mengiyakan pendapat Bunda. Tanpa mau lagi menjelaskan lebih jauh tentang datangnya suara tersebut. Tetapi aku sangat yakin, jika itu bukan suara hewan ternak atau benturan batu di tebing sebelah desaku. Aku lebih yakin suara itu adalah suara jeritan seorang anak seusiaku. Tapi entahlah! Yang pasti, setiap senja tiba, suara itu seolah adalah sahabat setia telinga dan debar jantungku hingga menjelang gelap malam. “Aaaaahh…, Aaaah…, aaarrggh…,” begitu jerit pekik suara itu. Bahkan dalam waktu tidak berapa lama, muncul suara mirip benturan benda-benda pada papan kayu. Suara itu terdengar sangat jelas. Muncul tidak sekali, dua kali. Terus menghantuiku.

Tiap hari. Tiap sore, hingga hari menjadi gelap. Entah kenapa, sore yang menakutkan itu, seolah hanya aku yang merasakan. Sedang warga desa, bahkan Ayah dan Bunda pun seolah tak mengalami apa-apa. Hal itulah yang semakin membuatku gelisah. Kenapa hanya aku? Benarkah orang lain tidak mendengarnya? Mereka seolah ingin merahasiakan tentang suara itu. Suatu waktu aku mencoba mencari tahu ke beberapa tetangga. Rasa penasaran masih terus mengusikku. Kucoba mencari tahu dari Pak Yitno, pengasuh ternaknya Pak Kades.

Tiba-tiba saja dengan gemuruh, semua orang berbondong-bondong keluar ruangan dan memintaku untuk menunjukkan tempat anak yang terkurung digubuk itu. Mereka juga ingin menolong anak itu. Aku berjalan paling depan untuk menunjukkan lokasinya. Saat melewati desaku, semua warga desa jadi geger. Begitu pula Pak Sidik.Tampak tergopoh-gopoh. “Inilah tempatnya anak itu.

Tentunya juga masih berada di dalam gubuk ini.” Kubuka pintu gudang itu. Semua orang terperangah. Tanpa dikomando, orang-orang spontan langsung membebaskan ikatan rantai dan tali pada tangan dan kaki anak lelaki yang malang itu. Tiba-tiba, Pak Sidik dengan beberapa perangkat desa datang dengan wajah tegang.

“Ada apa ini Bapak-Bapak. Kenapa datang ke tempat ini beramai-ramai tanpa memberitahu Kantor Desa?” tanya Pak Sidik pada rombongan yang bersamaku.

“Siapa yang mengurung anak ini?” tanya balik ketua juri pidato itu pada pak Sidik. Pak Sidik terdiam. Lalu melirik ke arahku yang bersebelahan dengan Anita. “Apa tidak ada yang tahu? Dan Bapak sebagai Kepala Desa sungguh aneh kalau tidak tahu ada warganya yang dikurung di gubuk ini?” tanyanya lagi.

Akhirnya Pak Sidik yang merasa terpojok, mengakui perbuatannya. Dialah, yang menjadi dalang di balik semua ini. Ia merasa malu memiliki anak yang dianggapnya tidak normal. Pak Sidik juga meminta maaf pada Anita kalau selama ini berbohong, dan telah mengurung anak yang sebenarnya adalah kakaknya. Anita menangis seketika. Begitu juga Ayah dan Bunda. Mereka meminta maaf padaku karena telah membohongiku. Semua jelas sekarang. Tentu yang lebih menggembirakan, hari itu, aku menemukan seorang sahabat. Sahabat baru. Sahabat yang kutemui kala senja. Sahabat dari senja.

(RIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *